PT AirAsia Indonesia Tbk Pangkas Kerugian Signifikan pada Kuartal I 2026
Pemulihan Kinerja Keuangan: Kerugian bersih menyusut 52,7%, didukung oleh pertumbuhan pendapatan yang kuat serta penurunan beban operasional.
Peningkatan Kualitas Pendapatan: Revenue per Available Seat Kilometre (RASK) meningkat 11,4%, mencerminkan optimalisasi jaringan dan strategi penetapan harga yang lebih efektif.
Keunggulan Operasional: Jumlah penumpang meningkat 8,9% meskipun Available Seat Kilometre (ASK) lebih rendah, didorong oleh peningkatan signifikan dalam utilisasi pesawat.
Efisiensi Biaya: Cost per Available Seat Kilometre (CASK) tanpa bahan bakar membaik 6,2% melalui pengelolaan perawatan yang lebih disiplin serta efisiensi biaya pemasaran, meskipun kenaikan harga bahan bakar membuat CASK secara keseluruhan relatif stabil di kisaran -0,2%.
JAKARTA, 28 April 2026 – PT AirAsia Indonesia Tbk (“AAID/CMPP”) hari ini mengumumkan kinerja keuangan untuk kuartal pertama tahun 2026 (“1Q26”), dengan membukukan pendapatan sebesar Rp 2,11 triliun, meningkat 5,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Perseroan berhasil menekan kerugian hingga 52,7%, seiring dengan langkah strategis dalam meningkatkan produktivitas pesawat serta optimalisasi jaringan penerbangan.
Pertumbuhan pendapatan Perseroan didukung oleh penyesuaian strategis jaringan melalui anak perusahaannya, Indonesia AirAsia, yang berfokus pada rute internasional dan domestik dengan kontribusi pendapatan yang lebih optimal. Optimalisasi ini menghasilkan peningkatan signifikan sebesar 11,4% pada Revenue per Available Seat Kilometre (RASK), yang mencerminkan kemampuan Perseroan dalam memaksimalkan pendapatan dari kapasitas yang tersedia.
Total pendapatan mencapai Rp 2,11 triliun, dengan kontribusi dari penjualan kursi sebesar Rp 1,76 triliun. Sementara itu, pendapatan tambahan (ancillary), yang sebagian besar berasal dari bagasi, layanan dalam penerbangan, charter, serta kargo, turut menyumbang Rp 348 miliar terhadap total pendapatan.
Sebagai cerminan produktivitas operasional yang kuat, Indonesia AirAsia mencatat peningkatan jumlah penumpang sebesar 8,9% menjadi 1,67 juta penumpang, didukung oleh tingkat keterisian kursi (load factor) yang solid sebesar 83%. Jumlah penerbangan juga meningkat 8,8% dibandingkan kuartal pertama tahun 2025.
Dari sisi pengeluaran, Perseroan berhasil menurunkan beban operasional sebesar 6,1%. Meskipun Cost per Available Seat Kilometre (CASK) secara keseluruhan relatif stabil di kisaran -0,2%, kinerja CASK tanpa bahan bakar menunjukkan peningkatan yang kuat sebesar 6,2%.
Hal ini terutama didorong oleh penurunan biaya perawatan melalui pengelolaan armada yang lebih optimal, serta efisiensi biaya pemasaran dengan fokus Perseroan pada saluran distribusi yang lebih efisien. Efisiensi internal ini memungkinkan maskapai menjaga struktur biaya yang tetap kompetitif, meskipun nilai tukar Rupiah mengalami fluktuasi ringan.
“Kinerja positif pada kuartal pertama tahun 2026 mencerminkan ketahanan Perseroan serta tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan Indonesia AirAsia. Pertumbuhan pendapatan, peningkatan jumlah penumpang, serta pengembangan jaringan menunjukkan bahwa strategi Indonesia AirAsia dalam memperkuat konektivitas dan menghadirkan layanan yang bernilai berjalan dengan baik,” ujar Direktur Utama PT AirAsia Indonesia Tbk (AAID/CMPP), Captain Achmad Sadikin Abdurachman, di Jakarta (28/04).
Selama kuartal pertama tahun 2026, Indonesia AirAsia juga memperluas jaringannya dengan meluncurkan sejumlah rute baru. Untuk rute internasional, maskapai membuka layanan Bali–Melbourne dan Bali–Da Nang. Sementara pada rute domestik, penambahan dilakukan melalui Surabaya–Makassar, Makassar–Palu, Makassar–Luwuk, serta Makassar–Kendari. Pengembangan ini menempatkan Makassar sebagai hub virtual strategis dalam memperkuat konektivitas di kawasan Indonesia Timur.
“Memasuki periode berikutnya, di tengah fluktuasi harga minyak global dan dinamika industri yang masih berlangsung, Perseroan akan terus menjalankan langkah-langkah efisiensi serta melakukan penyesuaian operasional secara bertahap pada sebagian jaringan domestik dan internasional. Langkah ini diambil untuk memastikan operasional yang sehat dan adaptif, sekaligus tetap menghadirkan layanan yang optimal bagi masyarakat,” tutup Captain Sadikin.
Ke depan, Indonesia AirAsia akan terus mencermati dinamika pasar serta mengedepankan fleksibilitas operasional dalam menghadapi berbagai tantangan industri. Dukungan dari seluruh pemangku kepentingan tetap menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan konektivitas udara serta memastikan layanan penerbangan yang tetap terjangkau di tengah tekanan biaya yang meningkat.
Dukungan tersebut turut diperkuat melalui layanan Fly-Thru dari Grup AirAsia yang mengintegrasikan rute Indonesia AirAsia dengan lebih dari 150 destinasi dalam jaringan Grup di berbagai negara, sehingga memberikan kemudahan perjalanan lanjutan yang lebih praktis dan nyaman bagi para penumpang.