AirAsia Perkuat Kesiapsiagaan Krisis dengan Dukungan Konselor Profesional di Seluruh Jaringan Operasional
SEPANG, Malaysia, 9 Juni 2026 – AirAsia memperkuat sistem respons darurat dan penanganan krisisnya melalui kemitraan strategis dengan Lembaga Kaunselor Malaysia (Board of Counsellors Malaysia/BOC). Kerja sama ini memungkinkan maskapai menyediakan dukungan psikologis profesional bagi penumpang, keluarga, korban terdampak, serta karyawan dalam situasi darurat maupun krisis operasional.
Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) yang disaksikan oleh Wakil Menteri Pembangunan Wanita, Keluarga dan Masyarakat Malaysia, Lim Hui Ying, bersama Group Chief Operations Officer AirAsia Group, Captain Suresh Bangah.
Melalui kerja sama ini, AirAsia akan mengintegrasikan layanan dukungan psikososial ke dalam kerangka penanganan darurat dan bantuan kemanusiaan yang diterapkan di seluruh jaringan operasional grup. Langkah tersebut mencakup penyediaan konselor terdaftar saat terjadi insiden, pelaksanaan Psychological First Aid (PFA), simulasi tanggap darurat, hingga program pelatihan khusus bagi personel AirAsia.
Berdasarkan kerja sama ini, Lembaga Kaunselor Malaysia akan menyediakan para kaunselor terdaftar yang telah terlatih untuk memberikan dukungan psikososial kepada karyawan, penyintas, korban terdampak, serta anggota keluarga yang terdampak dalam situasi darurat maupun krisis di seluruh jaringan operasional AirAsia Group.
Kedua pihak juga akan bekerja sama dalam memperkuat protokol respons darurat dan kesiapsiagaan operasional melalui pelaksanaan simulasi, program berbagi pengetahuan, serta pengembangan kapabilitas secara berkelanjutan.
Group Chief Operations Officer AirAsia Group, Captain Suresh Bangah, mengatakan bahwa keselamatan dan kesejahteraan penumpang selalu menjadi prioritas utama perusahaan. Kerja sama ini memperkuat kesiapan AirAsia tidak hanya dari sisi operasional, tetapi juga dari sisi kemanusiaan melalui dukungan psikososial yang profesional.
“Bersama Lembaga Kaunselor Malaysia, kami memperkuat kemampuan untuk memberikan bantuan dan pendampingan secara tepat waktu kepada individu, keluarga, serta Allstars yang terdampak dalam situasi darurat maupun krisis. Kerja sama ini juga mendukung upaya kami dalam memperkuat sistem respons darurat di seluruh jaringan operasional AirAsia,” ujarnya.
YBrs. Tuan Haji Sadli Bin Osman, Registrar & Chief Executive Officer, Malaysian Board of Counsellors, mengatakan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah penting dalam memperkuat dukungan psikososial dan respons kemanusiaan di industri penerbangan.
“Kami akan mendukung AirAsia melalui penyediaan konselor terdaftar yang memiliki keahlian dalam memberikan dukungan emosional, pertolongan pertama psikologis, serta layanan konseling dalam situasi darurat maupun bencana. Kami mengapresiasi komitmen AirAsia yang menempatkan kesehatan mental dan dukungan psikososial sebagai bagian dari ekosistem keselamatan dan respons darurat yang komprehensif,” katanya.
Selain menyediakan tenaga konselor, AirAsia juga akan mendukung kebutuhan transportasi dan logistik bagi para konselor yang ditugaskan dalam respons darurat, program pelatihan, maupun kegiatan simulasi di berbagai destinasi dalam jaringan AirAsia guna memperkuat kesiapsiagaan perusahaan dalam menghadapi berbagai insiden yang melibatkan AirAsia Group.
Melalui kemitraan ini, AirAsia dan Lembaga Kaunselor Malaysia menunjukkan komitmen bersama untuk memperkuat budaya keselamatan, ketangguhan, dan kesiapsiagaan, sekaligus memastikan dukungan yang berempati tetap menjadi bagian penting dalam penanganan krisis dan respons kemanusiaan.